,

Translate

GPIB Immanuel Siapkan Ruang Doa bagi Wisatawan, Rico Waas: Perkuat Toleransi dan Kerukunan

Rubrikrakyat.co.id
16/10/2026, 19.57 WIB Last Updated 2026-10-16T13:57:25Z

 

Foto : Wali Kota Medan, Rico Tri Putra Bayu Waas, bersama jajaran pengurus GPIB Immanuel yang dipimpin Pendeta Salmon Lea Tiemia saat audiensi di Balai Kota Medan, Jum'at (16/10/2026).

Rubrikrakyat.co.id, Medan – Wali Kota Medan, Rico Tri Putra Bayu Waas, menyatakan dukungan penuh terhadap rangkaian perayaan Hari Ulang Tahun ke-78 GPIB Immanuel yang akan digelar pada 24 Oktober 2026. Ia juga menyambut baik rencana penyediaan ruang doa yang dapat dimanfaatkan oleh jemaat maupun wisatawan yang berkunjung ke gereja bersejarah tersebut.

 

Dukungan itu disampaikan Rico Waas saat menerima audiensi pengurus GPIB Immanuel di Balai Kota Medan, Jum'at (16/10/2026). Audiensi dipimpin oleh Pendeta Salmon Lea Tiemia bersama jajaran pengurus, membahas persiapan perayaan HUT ke-78 sekaligus rencana pengadaan ruang doa yang terbuka bagi masyarakat luas.

 

“Pemko Medan mendukung penuh seluruh kegiatan yang digelar dalam rangka perayaan HUT ke-78 GPIB Immanuel. Semoga seluruh kegiatan berjalan lancar,” ujar Rico Waas, didampingi Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Medan, Melvi Marlabayana.

 

Rico Waas menilai, keberadaan GPIB Immanuel bukan hanya sebagai rumah ibadah, melainkan juga bagian penting dari warisan sejarah dan cagar budaya Kota Medan. Penyediaan ruang doa bagi wisatawan, menurutnya, adalah langkah positif yang memberikan manfaat sekaligus memperkuat nilai toleransi dan kerukunan di tengah keberagaman masyarakat Medan.

 

“Kami berharap GPIB Immanuel dapat terus menjadi ruang yang mengayomi seluruh lapisan masyarakat, sekaligus memperkuat kerukunan antarwarga,” tambahnya.

 

Pendeta Salmon Lea Tiemia menjelaskan, perayaan HUT ke-78 GPIB Immanuel akan diisi berbagai kegiatan yang mengedepankan sukacita, kebersamaan, dan kepedulian sosial, antara lain Gerakan Peduli Immanuel Berbagi, jalan sehat, perlombaan, serta pemeriksaan mata gratis yang telah dimulai sejak awal Oktober.

 

Selain itu, sebagai gereja cagar budaya yang kerap dikunjungi wisatawan — termasuk wisatawan asing — pengunjung sering menanyakan ketersediaan ruang khusus untuk berdoa. Hal inilah yang mendorong pihak gereja untuk menyediakan ruang doa yang lebih nyaman bagi pengunjung.

 

“Kami berharap Bapak Wali Kota dapat meresmikan ruang doa tersebut. Kehadiran Bapak Wali sangat kami harapkan,” ungkap Pendeta Salmon Lea Tiemia. (SN)