,

Translate

Jaga Data Tetap Aman, Pemko Medan Perkuat Kapasitas ASN di Bidang Keamanan SPBE

Rubrikrakyat.co.id
17/09/2026, 17.43 WIB Last Updated 2026-09-17T13:45:18Z
Foto : Sekretaris Dinas Kominfo Kota Medan Budi Hariono membuka kegiatan Sosialisasi Edukasi Kesadaran Keamanan Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE) di Aula Kantor Dinas Kominfo Kota Medan, Kamis (17/9/2026). Kegiatan dihadiri perwakilan seluruh perangkat daerah Pemko Medan dengan menghadirkan pemateri ahli di bidang keamanan informasi digital.


Rubrikrakyat.co.id, Medan – Seiring semakin bergantungnya pelayanan pemerintahan pada teknologi, celah keamanan digital menjadi tantangan yang tak bisa diabaikan. Satu kelalaian dalam menjaga akun, membuka tautan, maupun mengelola informasi dapat berdampak langsung pada keamanan sistem pemerintahan dan kualitas pelayanan kepada masyarakat.

 

Menyadari hal tersebut, Pemerintah Kota Medan melalui Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) memperkuat kesadaran keamanan digital di lingkungan pemerintahan. Upaya ini dilakukan melalui Kegiatan Sosialisasi Edukasi Kesadaran Keamanan Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE), yang digelar di Aula Kantor Dinas Kominfo Kota Medan, Kamis (17/9/2026).

 

Kegiatan dibuka oleh Sekretaris Dinas Kominfo Budi Hariono mewakili Kepala Dinas Kominfo Kota Medan Arrahmaan Pane, dan diikuti para pejabat serta pengelola teknologi informasi dari seluruh perangkat daerah di lingkungan Pemko Medan.

 

Dua pemateri ahli hadir memberikan penguatan, yaitu Dr. Budi Triandi, M.Kom. (Akademisi Universitas Potensi Utama) dan Vita Monica Sari, S.E., M.M. (Chief Operating Officer Mitra Multi Manajemen). Keduanya menekankan bahwa membangun sistem pemerintahan digital yang aman tidak cukup hanya mengandalkan perangkat teknologi — faktor manusia justru menjadi garis pertahanan terdepan yang paling penting.

 

"Keamanan SPBE bukan semata-mata tanggung jawab Dinas Kominfo. Seluruh perangkat daerah dan ASN memiliki peran penting sebagai pengguna sistem sekaligus pengelola informasi pemerintahan," ungkap pemateri.

 

Kesadaran keamanan informasi dapat dibangun dari kebiasaan sederhana namun krusial: menjaga kerahasiaan akun dan kata sandi, tidak sembarangan membuka tautan atau lampiran yang tidak dikenal, serta segera melaporkan apabila menemukan indikasi insiden keamanan.

 

Langkah penguatan ini sejalan dengan visi Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas dalam mewujudkan Medan BERTUAH yang inklusif, maju, dan berkelanjutan. Semangat transformasi menuju Medan Satu Data tidak hanya membutuhkan sistem digital yang terintegrasi, tetapi juga ekosistem pemerintahan yang memiliki kesadaran kuat terhadap keamanan informasi.

 

Melalui sosialisasi ini, Pemko Medan mendorong terbentuknya budaya keamanan informasi di seluruh perangkat daerah. Dengan kesadaran yang tumbuh secara bersama, penyelenggaraan SPBE diharapkan semakin aman, andal, dan berkelanjutan, sekaligus mampu menopang peningkatan kualitas pelayanan publik bagi masyarakat Kota Medan.

 

Transformasi digital pemerintahan pada akhirnya bukan hanya soal seberapa cepat layanan berpindah ke sistem elektronik, tetapi juga seberapa kuat pemerintah memastikan data dan informasi masyarakat tetap terlindungi. (SN)