,

Translate

Rico Waas : Penanganan Narkoba dan Kriminalitas Harus Dibarengi Penguatan Ekonomi Masyarakat

Rubrikrakyat.co.id
29/07/2026, 21.32 WIB Last Updated 2026-07-30T16:33:38Z
Foto : Staf Ahli Wali Kota Adlan mewakili Wali Kota Medan Rico Waas, saat menghadiri Seminar Hasil Kajian Masalah Sosial Masyarakat di Aula FISIP Universitas Sumatera Utara, Rabu (29/7/2026).


Rubrikrakyat.co.id, Medan – Penanganan penyalahgunaan narkoba dan kriminalitas di Kota Medan tidak cukup hanya mengandalkan penegakan hukum, melainkan harus disertai penguatan ekonomi masyarakat, peningkatan kesehatan sosial, serta ketahanan keluarga. Pesan itu disampaikan Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas dalam sambutannya yang dibacakan Staf Ahli Wali Kota Rico Waas menegaskan persoalan narkoba, kriminalitas, kesehatan sosial, dan kemiskinan saling berkaitan erat. Oleh karena itu, penanganannya harus dilakukan secara menyeluruh dengan pendekatan berbasis data dan lintas sektor. Adlan, saat menghadiri Seminar Hasil Kajian Masalah Sosial Masyarakat di Aula FISIP Universitas Sumatera Utara, Rabu (29/7/2026).

 

Rico Waas menegaskan persoalan narkoba, kriminalitas, kesehatan sosial, dan kemiskinan saling berkaitan erat. Oleh karena itu, penanganannya harus dilakukan secara menyeluruh dengan pendekatan berbasis data dan lintas sektor.

 

“Kalau kita hanya menyelesaikan satu bagian saja tanpa memperkuat bagian yang lain, hasilnya tidak akan maksimal. Kesejahteraan masyarakat menjadi bagian penting dari strategi pencegahan kejahatan. Menciptakan keamanan tidak cukup hanya dengan penindakan, tetapi juga dengan membuka kesempatan ekonomi, meningkatkan kualitas hidup, dan memastikan masyarakat memiliki harapan untuk masa depan,” ujarnya.

 

Ia juga menyampaikan data tingkat kemiskinan Kota Medan pada tahun 2025 sebesar 7,25 persen. Perlindungan generasi muda dari bahaya narkoba harus diperkuat mulai dari lingkungan keluarga, sekolah, lingkungan masyarakat, rumah ibadah hingga ruang publik. Pemko Medan siap bersinergi dengan BNN, kepolisian, dunia pendidikan, tokoh agama, dan seluruh elemen masyarakat untuk memperkuat pencegahan.

 

Kajian dilakukan Badan Riset dan Inovasi Daerah (BRIDA) Kota Medan bersama FISIP USU di lima kecamatan, yaitu Medan Helvetia, Medan Sunggal, Medan Tembung, Medan Johor, dan Medan Area. Tim peneliti diketuai Dr. Fernanda Putra Adela, S.Sos., M.A., bersama anggota Dr. Arief Marizki Purba, S.E., S.Sos., M.Si. dan Eka Prahadian Abdurahman, S.I.Kom., M.K.M., ICAP I.

 

Hasil penelitian menunjukkan kelima kecamatan masuk kategori bahaya untuk dimensi narkoba, kesehatan sosial, dan kemiskinan, serta kategori waspada untuk kriminalitas. Medan Johor memiliki tingkat kerentanan tertinggi, dengan 57,5 persen responden berada pada segmen risiko tinggi. Sabu-sabu menjadi jenis narkoba yang paling dominan diketahui masyarakat, sementara pengaruh teman sebaya menjadi faktor paling utama penyebab penyalahgunaan narkoba.

 

Temuan penting lain dari kajian ini adalah penyalahgunaan narkoba tidak berpengaruh langsung secara signifikan terhadap kriminalitas. Sebaliknya, kemiskinan menjadi satu-satunya faktor yang berpengaruh nyata terhadap tingginya angka kriminalitas. Selain itu, ditemukan hubungan erat antara defisit kesehatan sosial dan tingkat kemiskinan masyarakat.

 

Atas hasil tersebut, tim peneliti merekomendasikan penanganan masalah sosial secara terpadu melalui penguatan pencegahan narkoba, dukungan ekonomi masyarakat, ketahanan komunitas, dan sinergi lintas sektor. Seminar menghadirkan Dr. Zulkarnain Nasution, M.A., ICAO I. selaku Direktur PIMANSU sebagai pembahas, serta Ira Riska Aisyah Lubis, S.Sos., M.Si. sebagai moderator. Hadir pula Kepala BRIDA Kota Medan Benny Iskandar, perwakilan BNN Sumatera Utara, dan sejumlah kepala Organisasi Perangkat Daerah lingkup Pemko Medan. (SN)