,

Translate

Dua Korban Masih Dicari, Pemko Medan Kerahkan Alat Berat ke Lokasi Ledakan Grand Polonia

Rubrikrakyat.co.id
21/07/2026, 21.29 WIB Last Updated 2026-07-22T04:26:18Z
Foto : Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas memantau langsung proses evakuasi pasca ledakan di Perumahan Grand Polonia, Kecamatan Medan Polonia, Selasa (21/7/2026). Pemko Medan telah mengerahkan alat berat, ambulans, dan tenaga kesehatan untuk mempercepat pencarian korban serta menangani dampak kejadian.


Rubrikrakyat.co.id, Medan – Pemerintah Kota Medan segera mengerahkan alat berat, personel gabungan, ambulans, dan tenaga kesehatan untuk mempercepat proses evakuasi serta penanganan pasca ledakan di Perumahan Grand Polonia, Selasa (21/7/2026). Hingga berita ini diturunkan, dua orang masih dalam proses pencarian diduga tertimbun reruntuhan bangunan.

 

Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas turun langsung memantau jalannya evakuasi sekaligus memastikan seluruh kebutuhan penanganan di lokasi terpenuhi dengan baik. Ia menegaskan fokus utama saat ini adalah keselamatan dan keberhasilan pencarian korban yang belum ditemukan.

 

"Fokus kita saat ini adalah pencarian korban. Dari data yang kami terima, awalnya terdapat enam orang yang terdampak dalam peristiwa ini. Sampai saat ini masih ada dua orang lagi yang menjadi fokus pencarian kami," ujar Rico Waas di lokasi kejadian.

 

Dari enam orang tersebut, seorang balita dan seorang kurir berhasil dievakuasi dalam kondisi selamat dan saat ini masih menjalani perawatan medis. Sementara itu, istri pemilik rumah ditemukan meninggal dunia sekitar pukul 02.00 WIB. Dua orang lainnya diduga masih terperangkap di bawah timbunan material bangunan.

 

Wali Kota menjelaskan, proses pencarian harus dilakukan secara bertahap dan hati-hati, mengingat kondisi bangunan yang rusak berat berpotensi membahayakan keselamatan petugas jika dilakukan secara manual.

 

"Bagian depan bangunan harus dibersihkan terlebih dahulu menggunakan alat berat agar proses pencarian dapat dilakukan dengan lebih aman dan terhindar dari risiko runtuhan lanjut," tegasnya.

 

Selain alat berat, Pemko Medan juga menyiagakan ambulans dan tim medis tetap berada di lokasi untuk mengantisipasi kebutuhan penanganan medis bagi korban maupun petugas yang bertugas.

 

Terkait penyebab kejadian, Rico Waas menyebut indikasi awal mengarah pada dugaan kebocoran gas. Namun kepastian penyebab masih menunggu hasil penyelidikan resmi dari Pusat Laboratorium Forensik (Puslabfor).

 

"Indikasi awal memang mengarah pada adanya kebocoran gas. Tetapi nanti Puslabfor yang akan menjelaskan secara lebih detail apa penyebab pastinya. Hal ini harus dipastikan terlebih dahulu agar tidak terjadi kekeliruan informasi di masyarakat," tuturnya.

 

Rico Waas juga mengajak seluruh masyarakat mendoakan agar dua korban yang masih dicari dapat segera ditemukan dalam keadaan selamat. Sementara langkah pemulihan dan penanganan rumah warga yang terdampak akan diputuskan setelah proses evakuasi sepenuhnya selesai. (Siti)