Rubrikrakyat.co.id, Deli Serdang – Wilayah Tembung, Kecamatan Percut Sei Tuan, hingga sepanjang jalur rel kereta api yang dulunya dikenal sangat marak kasus kejahatan dan peredaran barang terlarang, kini kondisinya jauh lebih aman dan mulai bersih. Hal ini dibuktikan dengan tumpukan barang bukti berupa ratusan sepeda motor hasil kejahatan yang kini terparkir rapih memenuhi halaman markas Polrestabes Medan, serta perubahan signifikan pada data kriminalitas di mana kejahatan jalanan menurun, namun pengungkapan kasus narkoba justru meningkat tajam akibat penindakan gencar hingga ke akar-akarnya.
Kapolrestabes Medan, Kombes Pol Dr. Jean Calvijn Simanjuntak, merinci hasil kerja gemilang Tim Jaga Cegah Sigap (JCS) yang bersinergi dengan Tim Resmob Satreskrim saat ditemui awak media di lokasi Tempat Pemungutan Suara Desa Ampas, Kecamatan Percut Sei Tuan, Senin (2/6/2026).
Dalam kurun waktu 36 hari terakhir, khususnya sepanjang bulan Mei 2026, operasi besar-besaran ini berhasil mengungkap sebanyak 123 kasus kejahatan, menangkap 145 orang tersangka, serta berhasil membongkar dan menutup 8 lokasi gudang penyimpanan dan penampungan kendaraan hasil curanmor yang tersebar di wilayah Tembung, Batang Kuis dan Sidomulyo.
Adapun jumlah barang bukti kendaraan yang berhasil diamankan sangatlah fantastis, didapat dari tiga tahap penangkapan besar:
Penangkapan Pertama: 129 unit sepeda motor.
Penangkapan Kedua: 150 unit sepeda motor.
Penangkapan Ketiga: 136 unit sepeda motor
Sehingga total keseluruhan ada 415 unit sepeda motor hasil kejahatan yang berhasil disita dan kini terparkir rapi di halaman Polrestabes Medan sebagai bukti nyata keberhasilan memberantas kejahatan yang selama ini meresahkan warga.
"Puji Tuhan, hasilnya sangat efektif dan luar biasa. Tim JCS ini kami bentuk sejak Desember tahun lalu khusus untuk menangani kejahatan jalanan, seperti begal, curanmor, maupun curas yang selama ini cukup meresahkan masyarakat, terutama di wilayah pinggiran seperti Tembung dan sekitarnya yang memang banyak sekali pelakunya. Mereka bergerak bersama Resmob Satreskrim, bekerja siang dan malam tanpa mengenal waktu," ungkap Kombes Jean Calvijn Simanjuntak.
Kapolres menjelaskan, angka 415 unit ini adalah akumulasi dari tiga gelombang penindakan bertahap. Dimulai dari penangkapan pertama yang memutus satu jaringan, penangkapan kedua dengan hasil lebih besar, hingga penangkapan ketiga yang meruntuhkan jaringan utama sekaligus mengamankan sisa kendaraan yang disembunyikan di 8 gudang yang telah kami bongkar itu.
"Data nyatanya jelas, penangkapan pertama dapat 129 unit, kedua 150 unit, dan ketiga 136 unit. Totalnya ada 415 unit sepeda motor yang kita amankan dan sekarang terparkir di halaman Polrestabes. Ini bukti nyata kami memburu habis pelaku curanmor yang bersarang di wilayah ini. Selama bulan Mei saja, kami sudah berhasil mengungkap 123 kasus kejahatan, membongkar 8 gudang tempat mereka menyimpan hasil curian, dan menangkap 145 orang pelakunya," tegasnya.
Selain mengamankan barang bukti, polisi juga menindak tegas pelaku. Sebanyak 37 pelaku kejahatan harus ditindak dengan langkah tegas terukur dikarenakan melawan petugas, membawa senjata tajam, hingga membahayakan nyawa anggota maupun warga saat dilakukan penangkapan.
Poin paling penting dan tegas yang disampaikan Kapolres adalah menunjuk lokasi yang selama ini menjadi sarang utama kejahatan dan peredaran barang haram, serta memberi peringatan keras dan tindakan habis-habisan terhadap wilayah tersebut. Beliau menegaskan persis urutan kalimat yang tertuang dalam sebuah pernyataannya.
"Kejahatan jalanan yang disebabkan karena pelakunya menggunakan narkoba. Eh rel kereta api yang eh merupakan kampung narkoba, barak narkoba... bumi hanguskan."
Menurut Kapolres, hampir seluruh kejahatan yang terjadi di wilayah pinggiran kota ini berakar dari kebiasaan penggunaan barang terlarang, dan tempat persembunyian serta pusat peredaran utamanya sudah lama bersarang di sepanjang bantaran rel kereta api yang selama ini dikenal sebagai "kampung narkoba" atau "barak narkoba". Karena itu, penindakan polisi tidak akan setengah hati, melainkan akan dilakukan habis-habisan hingga wilayah tersebut bersih total, atau istilah tegasnya: dibumihanguskan dari segala bentuk kejahatan dan peredaran narkoba.
Berdasarkan data yang dihimpun pihak kepolisian, hasil penindakan di wilayah-wilayah rawan tersebut sangat terlihat jelas angkanya. Di satu sisi, upaya menekan kejahatan jalanan sangat berhasil, namun di sisi lain penindakan terhadap peredaran narkoba semakin gencar dilakukan karena menjadi akar masalahnya.
"Berdasarkan data yang kami himpun, angka kejahatan jalanan di wilayah hukum kami, baik di Kota Medan maupun wilayah penyangga seperti Percut Sei Tuan, Tembung, hingga wilayah sepanjang rel kereta api yang kita ketahui sebagai kampung dan barak narkoba itu, tercatat mengalami penurunan hingga 15 persen. Angka ini membuktikan bahwa kehadiran kami di lapangan memberikan dampak positif dan membuat warga semakin aman. Namun di sisi lain, karena kami menindak akar masalahnya dan membersihkan sarang-sarangnya, upaya memberantas peredaran barang haram terus digencarkan, sehingga angka pengungkapan kasus narkoba justru mengalami peningkatan yang sangat signifikan mencapai 53 persen dibandingkan periode sebelumnya. Ini artinya kami semakin banyak menemukan dan memutus rantai peredaran narkoba yang menjadi penyebab utama kejahatan di masyarakat," jelas Kapolres.
"Kita lakukan penindakan tegas terukur. Bagi mereka yang melawan, membawa senjata, dan membahayakan keselamatan, kami tidak ada kompromi. Hasilnya terlihat nyata, angka kejahatan turun 15 persen, dan pengungkapan narkoba naik 53 persen. Kami tidak akan berhenti sampai kejahatan dan peredaran narkoba benar-benar bersih dari lingkungan masyarakat, termasuk membersihkan wilayah rel kereta api yang selama ini menjadi sarang mereka, sampai kami benar-benar bumi hanguskan tempat itu dari segala kejahatan," tegasnya dengan nada mantap.
Menutup keterangannya, Kapolrestabes Medan menegaskan kembali komitmennya dan menyampaikan pesan yang sama persis seperti yang telah disampaikan dalam pernyataan videonya.
"Tim JCS dan Resmob akan terus berpatroli dan siap bergerak dalam hitungan menit. Polisi hadir di tengah masyarakat untuk melindungi, mengayomi, dan melayani. Kalau ada yang melihat sesuatu yang tidak wajar, segera lapor, kita pastikan keamanan warga adalah prioritas utama kami. Kami tidak akan memberi ruang sedikit pun bagi pelaku kejahatan untuk beraksi kembali di wilayah ini. Keamanan dan ketertiban masyarakat adalah tanggung jawab kami, dan kami pastikan warga bisa beraktivitas dengan rasa aman dan tenang," pungkas Kombes Jean Calvijn Simanjuntak.
Kehadiran Kapolrestabes Medan di lokasi pemilihan juga sekaligus memastikan bahwa keamanan dan ketertiban masyarakat tetap terjaga kondusif, sehingga pesta demokrasi di Desa Ampas dapat berjalan lancar, damai, dan bebas dari gangguan pihak mana pun.
.jpeg)
