,

Translate

Rico Waas Geram! Komunitas Lari Masuk Stadion Teladan Tanpa Izin, Siapa yang Berani Beri Akses?

Rubrikrakyat.co.id
29/05/2026, 16.06 WIB Last Updated 2026-05-29T14:11:53Z


Rubrikrakyat.co.id, Medan – Wali Kota Medan, Rico Tri Putra Bayu Waas, resmi membuka penyelidikan mendalam terkait insiden masuknya sekelompok komunitas lari ke kawasan Stadion Teladan. Kejadian ini memicu kemarahan publik dan kekecewaan pemerintah kota, mengingat stadion kebanggaan warga Medan itu sedang dalam perawatan intensif dan persiapan matang untuk ajang bergengsi AFF U-19 2026.

 

Rico Waas dengan tegas menegaskan bahwa aktivitas yang dilakukan oleh komunitas pelari tersebut sama sekali tidak memiliki izin resmi dari Pemerintah Kota (Pemko) Medan dan tidak pernah dikoordinasikan dengan pihak berwenang.

 

“Saya sangat menyayangkan kejadian ini. Kami paham mungkin ada rasa antusias atau euforia masyarakat melihat wajah baru Stadion Teladan yang sudah jauh lebih baik. Namun, ini aset negara yang sedang disiapkan untuk ajang internasional. Seharusnya ada tata cara dan koordinasi dulu dengan Pemko Medan, bukan masuk seenaknya,” ujar Rico dengan nada kecewa saat dikonfirmasi lewat sambungan telepon, Jum'at (29/5/2026).

 

Wali Kota menegaskan, hingga saat ini tidak ada satu pun surat permohonan, pemberitahuan, atau izin penggunaan lahan yang masuk ke meja pemerintahan dari pihak komunitas lari mana pun.

 

“Jawabannya tegas: TIDAK ADA IZIN. Tidak ada komunikasi apa pun dengan kami. Karena kejadian ini, saya sudah perintahkan jajaran untuk menelusuri, mencari tahu, dan membeberkan siapa pihak yang berani-beraninya memberikan akses masuk ke dalam stadion yang masih berstatus steril itu,” tegas Rico.

 

Kisruh ini bermula dari unggahan media sosial milik komunitas Banban Running Club pada Rabu malam (27/5/2026). Dalam video yang sempat viral itu, terlihat anggota komunitas sedang berlari santai bahkan menginjak langsung ke area rumput lapangan yang masih dalam masa pemulihan dan perawatan khusus.

 

Dalam keterangan unggahannya, mereka dengan bangga mengaku sebagai "komunitas pertama yang merasakan atmosfer stadion megah ini" sebelum turnamen resmi dimulai.

 

Unggahan itu langsung memicu gelombang kritik keras dari warga netizen dan pemerhati olahraga. Publik mempertanyakan lemahnya sistem keamanan di lokasi strategis tersebut, apalagi mengingat hanya beberapa hari sebelumnya, tepatnya belum lama ini, Rico Waas sendiri baru saja memimpin langsung kegiatan gotong royong massal bersama seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) untuk mempersiapkan stadion ini agar tampil sempurna.

 

Menyadari badai kritik yang datang, video kegiatan tersebut diketahui telah dihapus oleh pengelola akun pada Kamis (28/5/2026) kemarin, namun jejak dan pertanyaan masyarakat tetap tersisa: Siapa yang mengizinkan?

 

Menanggapi hal ini, Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kota Medan, T. Chainuniza, juga menegaskan pihaknya tidak pernah mengeluarkan surat izin atau rekomendasi apa pun. Ia menjelaskan secara teknis, Stadion Teladan saat ini belum sepenuhnya menjadi tanggung jawab Pemko Medan.

 

“Secara aturan hukum dan administrasi, pengelolaan Stadion Teladan BELUM diserahkan kepada kami. Artinya, pekerjaan belum selesai 100% dan kunci serta tanggung jawab keamanan masih berada di tangan rekanan pelaksana proyek. Jadi, kami belum bertanggung jawab penuh atas aktivitas di dalam sana,” jelas Chainuniza.

 

Ia menduga celah masuknya komunitas ini terjadi di lapangan, di mana ada pihak yang memberikan kelonggaran tanpa wewenang.

 

“Kemungkinan besar harus ditanya ke pihak sekuriti atau penjaga di lokasi. Ada indikasi pihak penanggung jawab di sana yang memberikan izin lisan atau akses masuk secara sepihak. Kami sedang telusuri siapa orangnya,” tambahnya.

 

Pemko Medan berharap persoalan ini segera terang benderang. Pihak yang dianggap berwenang memberikan izin sembarangan itu diminta untuk segera angkat bicara dan menyampaikan pernyataan secara terbuka agar publik mengetahui kebenarannya.

 

“Kita ingin persoalan ini CLEAR. Siapa yang mengizinkan, harus berani bicara di depan publik. Jangan sampai kerja keras Pemko Medan merawat fasilitas ini agar siap untuk AFF U-19 2026 jadi sia-sia hanya karena kelalaian pihak tertentu,” pungkas Chainuniza.

 

Hingga berita ini diturunkan, tim investigasi yang dibentuk Wali Kota sedang mendalami jejak perizinan tersebut demi memastikan keamanan dan kesiapan Stadion Teladan sebagai kebanggaan warga Medan dan Indonesia. (SN)