,

Translate

Blackout Listrik Sumatera Ganggu Distribusi Air Bersih, Dirut Tirtanadi : Kami Tetap Berupaya Pasokan Segera Normal

Rubrikrakyat.co.id
24/05/2026, 13.01 WIB Last Updated 2026-05-24T08:35:04Z
Foto : Direktur Utama Perumda Tirtanadi Provinsi Sumatera Utara, Ardian Surbakti. 


Rubrikrakyat.co.id, Medan – Pemadaman listrik total (blackout) yang melanda hampir seluruh wilayah Pulau Sumatera mulai dari Aceh, Sumatera Utara, Sumatera Barat, Riau, Jambi, Palembang, hingga Lampung, selama kurang lebih 12 jam sejak Jum'at (22/5/2026), berdampak langsung pada operasional pendistribusian air bersih. Gangguan aliran listrik ini membuat sistem kerja instalasi dan jaringan pipa terganggu, sehingga kualitas air yang disalurkan sempat mengalami penurunan.

 

Merespons hal tersebut, Direktur Utama Perumda Tirtanadi Provinsi Sumatera Utara, Ardian Surbakti, memastikan pihaknya telah bergerak cepat untuk menormalkan kembali seluruh aliran pasokan air bagi masyarakat. Melalui keterangannya pada Minggu (24/5/2026), ia menyampaikan permohonan maaf atas ketidaknyamanan yang terjadi dan menegaskan komitmen timnya.

 

"Kami tetap berupaya sekuat tenaga agar distribusi air bersih dapat kembali berjalan normal seperti sediakala. Seluruh petugas di lapangan terus berjibaku bekerja memulihkan kondisi," ujar Ardian melalui sambungan telepon.

 

Ardian menjelaskan, pemadaman listrik berdurasi panjang tersebut menimbulkan turbulensi atau gejolak kuat di dalam jaringan perpipaan. Akibatnya, saat aliran listrik kembali menyala dan sistem diputar kembali, endapan di dasar pipa ikut terangkat sehingga air yang keluar sempat berwarna keruh. Kondisi ini tercatat terjadi pada jaringan yang bersumber dari beberapa Instalasi Pengolahan Air (IPA) utama, antara lain IPA Sunggal, Deli Tua, Limau Manis, Hamparan Perak, Martubung, hingga IPA Mebidang.

 

"Selain mengganggu aliran, fluktuasi arus listrik saat mati-hidup juga membebani kinerja mesin pompa di instalasi kami. Mesin-mespa tersebut sempat harus beroperasi menggunakan bantuan Genset dengan beban kerja ekstra berat demi tetap mengalirkan air," paparnya.

 

Untuk mengatasi masalah air keruh akibat endapan tersebut, manajemen telah mengeluarkan instruksi tegas kepada seluruh jajaran. Seluruh Kepala Cabang diwajibkan segera membuka jalur pembuangan atau Wash Out. Langkah ini dilakukan agar air yang mengandung lumpur atau kotoran akibat gejolak di dalam pipa dapat terbuang sepenuhnya, sehingga air yang masuk ke jaringan pelanggan kembali jernih dan bersih.

 

Atas ketidaknyamanan yang dirasakan pelanggan selama gangguan ini berlangsung, Ardian mewakili seluruh manajemen menyampaikan permohonan maaf secara terbuka.

 

"Kami mengerti ketidaknyamanan ini sangat mengganggu aktivitas warga. Sekali lagi kami mohon maaf, dan kami pastikan tim kami bekerja tanpa henti sampai kondisi benar-benar pulih sepenuhnya," tegasnya.

 

Di tempat terpisah, Dewan Pengawas Perumda Tirtanadi, Andi Atmoko Panggabean, menyampaikan apresiasi dan dukungan penuh kepada manajemen serta seluruh petugas lapangan yang bekerja siang malam sejak peristiwa pemadaman terjadi. Ia berharap seluruh jajaran dapat tetap bekerja maksimal dengan semangat tinggi demi pelayanan publik.

 

"Semoga kendala ini dapat segera dipulihkan dan masyarakat pelanggan Tirtanadi di seluruh Sumatera Utara dapat segera kembali menikmati pelayanan air bersih yang lancar dan berkualitas seperti biasa," harap Andi Atmoko. (Siti)