,

Translate

Puncak Musim Hujan Mulai Dekat, BPBD Kota Medan Perkuat Kesiapsiagaan Hadapi Banjir dan Angin Kencang

Rubrikrakyat.co.id
23/10/2026, 15.57 WIB Last Updated 2026-10-24T12:20:05Z

 

Foto : Kalaksa BPBD Kota Medan Yunita Sari menyampaikan imbauan kewaspadaan menghadapi cuaca ekstrem dan potensi banjir, serta menyatakan 53 personel TRC telah disiagakan untuk melayani evakuasi dan penanganan darurat di Kota Medan, Jumat (23/10/26). 

Rubrikrakyat.co.id, Medan – Menghadapi potensi cuaca ekstrem yang diprakirakan BMKG terjadi pada 23‑25 Oktober 2026, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Medan mengimbau masyarakat meningkatkan kewaspadaan terhadap hujan lebat, banjir, angin kencang, dan petir.

 

Kepala Pelaksana (Kalaksa) BPBD Kota Medan, Yunita Sari, meminta masyarakat tidak hanya mengandalkan kesiapan pemerintah, tetapi juga melakukan antisipasi mandiri untuk melindungi diri dan keluarga. Ia mengingatkan bahwa puncak musim hujan diprakirakan berlangsung pada November‑Desember.

 

“Yang pertama, tetap jaga kesehatan. Kemudian, dalam penyelamatan, selamatkan diri sendiri terlebih dahulu, baru kita menyelamatkan keluarga dan lingkungan,” ujar Yunita Sari saat dikonfirmasi, Jum'at  (23/10/26).

 

Yunita mengimbau setiap keluarga menyiapkan tas siaga bencana berisi dokumen penting, obat‑obatan, dan kebutuhan dasar; bagi yang memiliki bayi, siapkan pula susu, popok, dan pakaian ganti agar mudah dibawa saat darurat. Warga yang tinggal di kawasan rawan banjir diminta melakukan evakuasi mandiri ke tempat lebih tinggi sebelum air naik, serta mengenali jalur evakuasi dan titik kumpul aman di lingkungan masing‑masing.

 

Saat angin kencang atau hujan lebat disertai petir, masyarakat diingatkan jangan berteduh di bawah pohon, baliho, atau tempat berisiko tertimpa benda jatuh, dan batasi aktivitas luar rumah jika tidak mendesak. Selain itu, jaga kebersihan serta bersihkan saluran air agar tidak tersumbat: “Kalau kita jaga alam, alam akan jaga kita,” ungkapnya.

 

Sesuai arahan Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas, BPBD Kota Medan juga memperkuat kesiapsiagaan dengan menambah sarana‑prasarana termasuk perahu evakuasi dan meningkatkan kemampuan armada kendaraan agar siap menghadapi genangan tinggi — mengingat pengalaman sebelumnya ketika kendaraan operasional terhambat akibat genangan. Sebanyak 53 anggota Tim Reaksi Cepat (TRC) disiagakan terpusat di Mako BPBD Kota Medan agar segera bergerak saat darurat, lengkap dengan perahu dan logistik untuk membantu evakuasi warga.

 

Yunita menegaskan kesiapsiagaan adalah kunci meminimalkan dampak; masyarakat diminta terus memantau informasi cuaca dan peringatan dini lewat kanal resmi BMKG atau BPBD Kota Medan. Untuk melaporkan kejadian atau meminta bantuan darurat, warga dapat menghubungi Pusdalops PB BPBD Kota Medan melalui WhatsApp Call Center: 0813‑7080‑0880.

 

Dengan kesiapan personel, peralatan, serta kesadaran masyarakat bermitigasi mandiri, BPBD berharap penanganan bencana berjalan lebih cepat dan keselamatan warga Kota Medan tetap terjaga. (SN)