,

Translate

1,16 Ton Ketamin Ditemukan, Bobby Nasution Minta Jaringan Narkotika di Sumut Segera Diputus

Rubrikrakyat.co.id
23/10/2026, 15.36 WIB Last Updated 2026-10-23T11:58:07Z
Foto : Gubernur Sumatera Utara Muhammad Bobby Afif Nasution bersama Kapolri Jenderal Polisi Suyudi Ario Seto dalam konferensi pers pengungkapan 1,16 ton narkoba jenis ketamin di perairan Selat Malaka, dilanjutkan deklarasi “Polisi Bersama Masyarakat Sumut Tolak Narkoba” di Terminal Bandar Deli Belawan, Medan, Jum'at (23/10/2026). Acara ini menegaskan pentingnya sinergi lintas‑instansi dan masyarakat untuk memutus jaringan penyelundupan narkotika. (Istimewa) 


Rubrikrakyat.co.id, Medan – Gubernur Sumatera Utara Muhammad Bobby Afif Nasution mengapresiasi keberhasilan Polri bersama instansi terkait mengungkap dugaan penyelundupan narkotika jenis ketamin seberat sekitar 1,16 ton di perairan Selat Malaka. Keberhasilan ini diharapkan menjadi momentum untuk memutus jaringan serta mempersempit ruang gerak peredaran narkotika, terutama yang masuk melalui jalur perairan Sumatera Utara.

 

Hal itu disampaikan Bobby Nasution dalam konferensi pers di Terminal Penumpang Bandar Deli, Jalan Pelabuhan Lama I, Belawan, Medan, Jumat (23/10/2026). Kegiatan tersebut dihadiri Kapolri Jenderal Polisi Suyudi Ario Seto, unsur aparat penegak hukum, pemerintah daerah, serta berbagai elemen masyarakat.

 


Dalam kesempatan itu, Bobby menyampaikan kepada Kapolri tantangan serius yang dihadapi Sumatera Utara terkait peredaran dan penyalahgunaan narkotika. Ia menyebut Sumut berada di peringkat pertama dari 38 provinsi di Indonesia terkait peredaran narkoba dan berharap pengungkapan kasus besar ini menjadi langkah berkelanjutan untuk mempersempit ruang gerak jaringan penyelundupan melalui jalur perairan yang berbatasan dengan negara lain.

 

“Kehadiran Bapak Kapolri di Belawan ini sangat tepat dan memberikan semangat kepada kami untuk terus berupaya mewujudkan Sumatera Utara yang bebas narkoba,” ungkapnya. Bobby juga menegaskan bahwa pemberantasan narkoba bukan hanya tugas aparat, melainkan membutuhkan keterlibatan seluruh elemen masyarakat guna melindungi generasi muda, menjaga keamanan, dan mendukung terwujudnya Indonesia Emas 2045.

 

Sementara itu, Kapolri Jenderal Polisi Suyudi Ario Seto menekankan pentingnya kolaborasi lintas instansi menghadapi kejahatan transnasional, khususnya penyelundupan narkotika lewat jalur laut. Pengungkapan 1,16 ton ketamin merupakan hasil operasi gabungan Polri, BNN, Bea dan Cukai, serta TNI melalui analisis intelijen dan pemantauan kapal yang dicurigai di perairan Selat Malaka.

 

“Tidak ada satu institusi yang bisa bekerja sendiri. Kita harus terus bersatu padu untuk mengungkap kejahatan para pelaku yang ingin memasukkan barang‑barang terlarang ke Indonesia,” tegas Kapolri. Ia juga mengingatkan tingginya angka penyalahgunaan narkoba di Sumut harus diikuti penguatan pencegahan, penindakan jaringan pengedar, serta peningkatan kesadaran masyarakat; selain itu, ia mengapresiasi kebijakan Gubernur melarang penggunaan vape di lingkungan ASN karena menjadi bagian pencegahan potensi penyalahgunaan zat berbahaya, termasuk tantangan baru penyalahgunaan perangkat vape sebagai media konsumsi narkotika cair.

 

Direktur Jenderal Bea dan Cukai Letjen TNI (Purn) Djaka Budhi Utama menyatakan keberhasilan ini adalah hasil kolaborasi dan kesinambungan analisis intelijen antar‑aparat dalam membongkar jaringan penyelundupan internasional di Selat Malaka. Bea Cukai berkomitmen terus mendukung pemberantasan narkotika lewat pengawasan jalur lintas batas, baik perairan maupun darat.

 

Kegiatan ini juga dirangkaikan dengan deklarasi “Tolak Narkoba” dan penandatanganan komitmen bersama oleh berbagai elemen masyarakat sebagai bentuk keseriusan menolak serta memberantas penyalahgunaan dan peredaran gelap narkoba di Sumut. Hadir pula para bupati dan wali kota se‑Sumut, jajaran Polda Sumut, tokoh agama, serta perwakilan lembaga antinarkoba. (SN)