,

Translate

Mobil Wartawan Nyaris Disita Paksa, Debt Collector Leasing ACC Diduga Oknum TNI Polri

Rubrikrakyat.co.id
08/04/2026, 15.22 WIB Last Updated 2026-04-09T04:00:58Z

 


Rubrikrakyat.co.id, Simalungun


Aksi debt collector di wilayah Sumatera Utara kerap meresahkan warga masyarakat, buktinya kian hari kerjaanya semakin menggila saja. Menyita sepeda motor dan mobil warga masyarakat yang menunggak kredit.Kali ini keluarga seorang wartawan senior bertugas di Polda Sumut dan Kodam I/ Bukit Barisan nyaris menjadi korban bersama keluarganya. Mobil yang dikendaraiya nyaris disita paksa dijalan oleh beberapa pria mengaku Debt Colektor dari Leasing ACC dan dua diantaranya diduga oknum prajurit TNI dan personel Polri.


Kejadian tersebut dialami pada Senin (6/4/2026) kemarin, berawal saat Khairuddin Tanjung (67) warga Medan berprofesi sebagai wartawan mediaonline yang aktif meliput kegiatan TNI dan Polri tersebut bersama keluarganya, Bahri sedang melintas di kawasan Parapat, Sumut. Saat itu pria yang akrab disapa Ogek pulang dari Sibolga dalam rangka acara pesta keluarga melintas dikawasan Balige. Saat beristirahat di salah satu Masjid sekaligus melaksanakan ibadah Sholat Dzuhur, tiba-tiba didatangi beberapa pria mengaku Debt Collector dari leasing ACC diduga dua diantaranya oknum aparat TNI dan Polri .


“Apakah bapak pemilik mobil ini yang bernama Ricardo,” kata Bahri menirukan perkataan salah seorang debt collector. 


Merasa asing dengan nama tersebut, lantas Bahri merasa kebingungan dan saat itu orangtuanya Ogek langsung menghubungi Kabid Humas Poldasu Kombes Pol. Dr. Ferry Walintukan melalui telpon selular meminta perlindungan hukum.


Permintaan bantuan pun ditanggapi Kabid Humas Poldasu mengarahkan agar Ogek dan anaknya meminta bantuan ke Polsek setempat. Merasa tidak bersalah, lantas Ogek membawa mobil jenis Terios Putih dengan plat nomor Polisi BK 1865 AES tersebut ke Polsek Parapat dan langsung dibantu pihak Polsek.


“Alhamdulilah berkat bantuan Kabid Humas Poldasu melalui Polsek Parapat mobil kami langsung diamanka pihak Polsek,”  ucap Ogek.


Meski sempat berdebat dengan pihak leasing yang mana diketahui bernama Marudut Nainggolan CS dari Leasing PT. ACC ,dan dua diantaranya diduga oknum TNI dan Polri tersebut namun Ogek dan keluarganya sesuai arahan pihak Polisi mobil dititipkan di Polsek sekaligus membuaat laporan .


Dalam laporannya, Bahri dihadapan Kanit Reskrim Polsek Parapat AKP Girsang Sinaga menceritakan aksi kejam para Debt Colektor melebihi aparat tersebut tugasnya main sita dijalan.Kepada Kanit Bahri menceritakan aksi main paksa tersebut.


“Kejam mereka mau ambil kunci kontak dijalan dan menyuruh kami turun dari mobil semuanya, karena tidak mau disuruh turun salah seorang debt collector berusaha mencabut kunci kontak mobil namun dihalangi saya sambil menutup kaca pintu depan sekaligus membawa mobil menuju arah Kantor Polisi terdekat sesuai instruksi Kabid Humas Poldasu,” jelas Bahri didampingi Ogek.


Mengetahui mobil yang akan ditarik paksa melarikan diri, secara tiba - tiba dua mobil lainnya teman debt collector tersebut berusaha menghalang - halangi jalan mobil yang dikemudikan Bahri. Satu mobil di depan dua mobil lainya di belakang tepat dibelakang mobil Bahri.


Karena terus dipepet, Bahri berusaha menghindari kemudian mengalihkan mobilnya masuk ke Polsek Parapat sekaligus meminta bantuan kepada polisi yang ada di Polsek Parapat.


Hingga saat ini mobil masih berada di Polsek Parapat dititipkan keluarga Bahri. “Saya harap bapak Panglima TNI dan Kapolri membentuk tim khusus memerintahkan Pangdam dan Kapolda untuk melakukan pengecekan dan penyelidikan siapa para debt colektor dari Leasing ACC yang diduga oknum TNI dan Polri tersebut,jika terbukti keduanya aparat negara segera ditindak dan diproses hukum,” tegas Ogek. (Red)