,

Translate

Pemko Medan Siapkan Simulasi Banjir, Rico Waas: Bersiap Sebelum Bencana Datang

Rubrikrakyat.co.id
28/10/2026, 22.22 WIB Last Updated 2026-10-28T15:29:56Z

 

Foto : Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas memimpin Rapat Koordinasi Kesiapsiagaan Menghadapi Bencana Hidrometeorologi di Balai Kota Medan, Rabu (28/10/2026).

Rubrikrakyat.co.id, Medan – Belajar dari pengalaman pahit banjir yang melumpuhkan 19 dari 21 kecamatan di Kota Medan pada 27 November 2025 lalu, Pemerintah Kota Medan menggelar Rapat Koordinasi Kesiapsiagaan Menghadapi Bencana Hidrometeorologi. Rapat dipimpin langsung oleh Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas di Balai Kota Medan, Rabu (28/10/2026).

 

Kegiatan ini dihadiri Wakil Wali Kota Medan H. Zakiyuddin Harahap, Pj Sekda Kota Medan Erfin Fachrurrazi, unsur Forkopimda Kota Medan, pimpinan perangkat daerah, para camat, serta jajaran lintas instansi mulai dari BMKG, BWS, TNI, Polri, Basarnas, Kejaksaan, dan para pemangku kepentingan terkait.

 

Dalam arahannya, Rico Waas menekankan pentingnya membangun mentalitas siaga dan kesiapan taktis, bukan hanya bertindak reaktif setelah bencana terjadi.


“Tahun lalu kota Medan dilanda banjir di 19 kecamatan dengan dampak bagi 85.000 jiwa. Maka tahun ini, kita kembali dihadapkan pada potensi problematika hidrometeorologi. Kapan tepatnya terjadi tentu kita tidak tahu, dan kita berharap jangan sampai terjadi. Namun apabila terjadi kondisi yang sama atau lebih parah, apa yang harus kita lakukan? Jangan sampai kita kalang kabut,” ujarnya.

 

Ia mengingatkan bahwa ancaman banjir tidak hanya dari hujan di dalam kota, melainkan juga aliran air dari kawasan hulu. Beberapa hari sebelumnya, meskipun di Medan tidak turun hujan lebat, debit air sungai tetap naik 50–60 cm akibat hujan di hulu.


“Hujan di hulu saja bisa menyebabkan air kita naik, bagaimana lagi apabila terjadi hujan lebat juga di kota Medan. Ini bisa kita pantau dari Kecamatan Medan Tuntungan dan Kecamatan Medan Selayang,” kata Rico Waas.

 

Wali Kota Medan pun merincikan instruksi yang harus segera dilaksanakan:

1. BPBD bersama kecamatan dan kelurahan menyelesaikan pemetaan jalur evakuasi dan titik kumpul, lengkap dengan penanggung jawab serta nomor kontak darurat yang terverifikasi.

2. Pastikan kesiapan logistik dan peralatan evakuasi seperti perahu karet dan perahu bermesin, serta stok pangan di setiap kecamatan tanpa hambatan birokrasi.

3. Dinas Kominfo diminta menyiapkan jaringan alternatif seperti Starlink di titik‑titik rawan, mengingat kejadian tahun lalu di mana terendamnya gardu PLN Mabar memutus aliran listrik dan komunikasi di sebagian besar wilayah utara Medan.

 

Rico Waas menegaskan seluruh instansi harus bekerja efektif dan terkoordinasi, tidak boleh saling lempar tanggung jawab saat masyarakat membutuhkan bantuan. Sebagai langkah nyata, Pemko Medan akan segera menggelar simulasi penanganan banjir.


“Besok kita akan melakukan simulasi. Kalau ada yang error, langsung kita evaluasi, sehingga saat kejadian sesungguhnya kita tidak lagi kaget,” tegasnya.

 

Sementara itu, Kepala Balai BMKG Wilayah I Medan Hendro Nugroho menyatakan seluruh wilayah Sumatera Utara telah memasuki musim hujan sejak Oktober hingga Desember dengan potensi hujan ekstrem mendadak. BMKG terus mengeluarkan peringatan dini dan mengimbau masyarakat memantau informasi resmi.

 

Kepala BPBD Kota Medan Yunita Sari mengimbau warga meningkatkan kewaspadaan, menyiapkan tas siaga bencana, dan melakukan evakuasi mandiri jika genangan mulai meninggi tanpa harus menunggu petugas. BPBD telah menyiagakan 53 personil Tim Reaksi Cepat (TRC) untuk 21 kecamatan.

Untuk laporan darurat, warga dapat menghubungi Pusdalops BPBD Kota Medan di nomor 0813‑7080‑0880 atau akun media sosial resmi BPBD. (SN)