,

Translate

Asistensi Kemenhan di Medan, Rico Waas : Sinergi Semesta Kunci Kekuatan Pertahanan

Rubrikrakyat.co.id
17/09/2026, 17.27 WIB Last Updated 2026-09-17T12:54:13Z

 

Foto : Wakil Wali Kota Medan H. Zakiyuddin Harahap saat membacakan sambutan Wali Kota Medan dalam kegiatan Asistensi Penataan Sarana Prasarana Darat, Kesehatan, dan Pergudangan Komponen Pendukung Pertahanan Negara Tahun 2026 di Balai Kota Medan, Kamis (17/9/2026). Turut hadir jajaran Forkopimda, unsur TNI/Polri, serta perwakilan BUMN dan BUMS se-Kota Medan.

Rubrikrakyat.co.id, Medan – Pemerintah Kota Medan menyambut baik pelaksanaan Asistensi Penataan Sarana Prasarana Darat, Kesehatan, dan Pergudangan Komponen Pendukung Pertahanan Negara Tahun Anggaran 2026 yang diselenggarakan Kementerian Pertahanan Republik Indonesia di Kota Medan, Kamis (17/9/2026). Pemko Medan menyatakan kesiapan memperkuat koordinasi dan kerja sama dengan pemerintah pusat serta seluruh pemangku kepentingan dalam mendukung pertahanan negara sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.

 

Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas melalui sambutan tertulis yang dibacakan Wakil Wali Kota Medan H. Zakiyuddin Harahap menyampaikan bahwa pertahanan negara bukan hanya tanggung jawab institusi pertahanan semata, melainkan memerlukan keterlibatan dan sinergi berbagai komponen bangsa, termasuk pemerintah daerah dan seluruh pemangku kepentingan.

 

"Atas nama Pemerintah Kota Medan, saya menyampaikan selamat datang di Kota Medan kepada jajaran Kementerian Pertahanan Republik Indonesia. Kami menyambut baik pelaksanaan kegiatan ini sebagai bagian dari upaya memperkuat pertahanan dan koordinasi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, serta para pemangku kepentingan dalam mendukung pertahanan negara," ujar Zakiyuddin.

 

Kegiatan yang berlangsung di Balai Kota Medan ini diikuti jajaran Forkopimda Kota Medan, Kodam I/Bukit Barisan, Kodaeral I, Lanud Soewondo, Dandim 0201/Medan, Polrestabes Medan, instansi penegak hukum, Asisten Pemerintahan dan Kesra M. Sofyan, Kepala Badan Kesbangpol Andy Mario, serta perwakilan BUMN dan BUMS.

 

Zakiyuddin menjelaskan bahwa asistensi tersebut memiliki arti penting bagi Pemko Medan, karena memberikan pemahaman yang lebih mendalam mengenai penataan sarana prasarana darat, kesehatan, dan pergudangan sebagai komponen pendukung pertahanan negara, sekaligus memperkuat koordinasi pelaksanaannya di daerah.

 

"Pemko Medan pada prinsipnya siap mendukung koordinasi dan kerja sama yang diperlukan. Setiap potensi sumber daya yang ada diharapkan dapat ditata dan dikelola secara baik, terkoordinasi, dan tepat sasaran untuk mendukung kepentingan pertahanan negara," tegasnya.

 

Ia berharap kegiatan tersebut tidak berhenti pada penyampaian informasi semata, melainkan melahirkan pemahaman yang sama, koordinasi yang semakin kuat, serta tindak lanjut yang nyata antar seluruh pihak yang terlibat.

 

Sementara itu, Direktur Jenderal Potensi Pertahanan (Dirjen Pothan) Kementerian Pertahanan RI Laksamana Muda TNI Dr. Ir. Sri Yanto, S.T., M.Si.(Han.), IPU dalam sambutan tertulis yang dibacakan Direktur Sumber Daya Alam dan Buatan (SDAB) Pothan Brigadir Jenderal TNI Wirawan Yanuartono, S.Sos., M.Sos., CGRA menyatakan penataan sumber daya nasional menjadi Komponen Pendukung Pertahanan Negara sangat penting dilakukan di tengah dinamika ancaman global yang semakin kompleks dan asimetris.

 

Sesuai amanat Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2019 tentang Pengelolaan Sumber Daya Nasional untuk Pertahanan Negara, sistem pertahanan Indonesia bersifat semesta yang melibatkan seluruh warga negara, wilayah, dan sumber daya nasional lainnya. Ditjen Pothan berperan mengintegrasikan sarana dan prasarana nasional sebagai komponen pendukung pertahanan negara.

 

"Pembangunan sarana prasarana sipil di seluruh negeri—baik transportasi, logistik, siber dan telekomunikasi, maupun energi—tidak hanya berfungsi menunjang pertumbuhan ekonomi. Sarana prasarana tersebut juga perlu memiliki aspek dual-use atau fungsi ganda, sehingga siap dikonversi untuk kepentingan pertahanan negara saat terjadi kontinjensi dan terdapat pernyataan mobilisasi dari Presiden," ungkap Wirawan.

 

Hasil asistensi ini akan menjadi bahan pertimbangan dalam pengambilan keputusan strategis di tingkat pimpinan nasional. Kegiatan diisi dengan pemaparan materi dan diskusi interaktif guna menyatukan persepsi antar pemangku kepentingan di daerah, khususnya di Kota Medan, dalam mengoptimalkan kesiapan sumber daya nasional demi mendukung sistem pertahanan semesta. (SN)