,

Translate

Momentum Perayaan Waisak 2570 BE, Drs. Wong Chun Sen Ajak Warga Medan Jaga Persatuan dan Sebarkan Kedamaian

Rubrikrakyat.co.id
14/06/2026, 12.27 WIB Last Updated 2026-06-14T13:27:39Z


Rubrikrakyat.co.id, Medan– Cahaya lilin dan pelita perdamaian menerangi Lapangan Benteng Kota Medan pada perayaan Hari Raya Waisak 2570 BE/2026 M, Sabtu (13/6/2026) malam. Dalam suasana yang khidmat dan penuh keteduhan itu, Ketua DPRD Kota Medan, Drs. Wong Chun Sen, M.Pd.B, mengajak seluruh lapisan masyarakat menjadikan momen perayaan ini sebagai sarana memperkuat persatuan dan menebarkan kedamaian mulai dari lingkungan terdekat.

 
Mengusung tema “Dharma Sebagai Sumber Moral dan Kebijaksanaan”, kegiatan ini dihadiri oleh berbagai unsur pimpinan daerah dan tokoh masyarakat. Turut hadir bersama Drs. Wong Chun Sen adalah Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas, Wakil Wali Kota Medan Zakiyuddin Harahap, Sekretaris Daerah Kota Medan Wiriya Alrahman, unsur Forkopimda, pimpinan lembaga keagamaan, serta ratusan umat Buddha dari berbagai penjuru kota.

 
Dalam sambutannya, Drs. Wong Chun Sen menegaskan bahwa makna Waisak tidak hanya terbatas pada rangkaian ibadah semata, tetapi juga menjadi cerminan nilai luhur yang harus diterapkan dalam kehidupan bermasyarakat. Menurutnya, keberagaman yang menjadi ciri khas Kota Medan justru akan menjadi kekuatan besar jika senantiasa dijaga keharmonisannya.
 

“Marilah kita jadikan perayaan Waisak ini sebagai pengingat untuk saling menghormati, mengesampingkan perbedaan, dan menebarkan sikap saling menyayangi. Persatuan dan kedamaian adalah modal utama agar Kota Medan terus maju dan berkembang,” ujar Drs. Wong Chun Sen.

 
Ia juga mengingatkan bahwa kedamaian sejati tidak tercipta dengan sendirinya, melainkan harus dibangun bersama melalui sikap saling menghargai dan menghindari hal-hal yang dapat memicu perpecahan. Nilai-nilai ajaran luhur yang diperingati dalam Hari Waisak, lanjutnya, sangat relevan untuk memperkuat moral dan kebijaksanaan dalam menjalani kehidupan sehari-hari.

 
“Ketika kita hidup berdampingan dengan rasa hormat dan damai, maka setiap langkah pembangunan di Kota Medan akan berjalan lancar dan hasilnya dapat dirasakan oleh seluruh warga tanpa terkecuali,” tegasnya.

 
Puncak rangkaian acara ditandai dengan penyalaan api obor dan pelita perdamaian secara bersama-sama. Simbol cahaya ini diharapkan membawa harapan agar semangat persatuan, toleransi, dan kedamaian senantiasa menyertai seluruh warga Kota Medan. Acara kemudian dilanjutkan dengan pawai perayaan yang berjalan aman, tertib, dan penuh kebersamaan. (SN)