,

Translate

Aksi Cepat Tanggap Bencana di Ponorogo, TNI-Polri Bersama Warga Bangun Jembatan Darurat 10 Meter

Rubrikrakyat.co.id
23/05/2026, 17.34 WIB Last Updated 2026-05-23T18:45:41Z


Rubrikrakyat.co.id, Ponorogo – Musibah banjir dan tanah longsor kembali meluluhlantakkan akses jalan di Dukuh Kates, Desa Pandak, Kecamatan Balong, Kabupaten Ponorogo. Namun, di tengah bencana yang melanda pada Kamis (21/5/2026) dini hari itu, kekuatan persatuan justru tampak nyata. Sabtu (23/5/2026), sinergi kuat antara TNI, Polri, pemerintah kecamatan, perangkat desa, dan masyarakat setempat terlihat jelas saat mereka bahu-membahu berjuang memulihkan kondisi wilayah terdampak.

 

Hujan deras yang mengguyur sepanjang malam menyebabkan luapan sungai yang membawa material tanah dan bebatuan besar menutup badan jalan utama. Dampak paling parah, jembatan penghubung warga terbawa arus deras, membuat warga sempat terisolir dan kesulitan beraktivitas. Tak tinggal diam, begitu cuaca membaik, seluruh elemen masyarakat bergerak serentak. Mereka tidak hanya sibuk membersihkan tumpukan lumpur dan bebatuan, tetapi juga segera merancang solusi darurat agar akses warga kembali terhubung.

 

Dengan memanfaatkan bahan yang ada di sekitar, yaitu bambu, mereka bergotong royong membangun jembatan darurat sepanjang kurang lebih 10 meter. Struktur sederhana namun kokoh ini menjadi jalan keluar agar roda kehidupan warga tetap berputar meski di tengah situasi sulit.

 

Danramil Tipe B 0802/09 Balong, Kapten Czi Hadi Eko, yang memimpin langsung kegiatan tersebut menyampaikan bahwa langkah cepat ini dilakukan demi meringankan beban masyarakat. Fokus utama kerja bakti dibagi dua: menyingkirkan rintangan di jalan dan menyambung kembali akses yang terputus.

 

"Fokus kerja bakti hari ini ada dua, yakni lanjut membersihkan lumpur dan longsoran tanah yang menutup jalan, serta membuat jembatan darurat dari susunan bambu sepanjang 10 meter. Jembatan utama memang hanyut terbawa arus, jadi ini solusi cepat kami agar warga tetap bisa lewat dan beraktivitas," ungkap Hadi di sela-sela mengarahkan anggota dan warga.

 

Ia menjelaskan, penanganan pascabencana sebenarnya sudah berlangsung sejak hari pertama musibah terjadi. Saat kejadian Rabu dini hari, tim gabungan sudah turun tangan menyingkirkan bebatuan besar yang menghalangi jalan. Namun, karena kerusakan yang cukup luas, pemulihan dilakukan secara bertahap hingga kondisi benar-benar aman.

 

"Sejak Rabu pagi itu kami sudah mulai langsung membersihkan material longsor, terutama batu-batu besar yang ukurannya cukup besar menutup akses jalan. Tingginya curah hujan memang menjadi penyebab utama banjir dan longsor yang cukup parah di wilayah ini," tambahnya.

 

Berkat kerja keras tanpa kenal lelah sejak pagi, tumpukan lumpur dan tanah longsor akhirnya berhasil disingkirkan. Jembatan darurat pun rampung dibangun dan siap digunakan. Semangat kebersamaan inilah yang menjadi kekuatan utama dalam mempercepat pemulihan wilayah tersebut.

 

"Alhamdulillah, berkat kebersamaan dan semangat gotong royong yang kental, seluruh sasaran dapat diselesaikan dengan baik. Untuk sementara warga juga sudah bisa kembali beraktivitas meskipun masih menggunakan jembatan darurat. Ini bukti kita satu hati untuk warga Balong," ujar Hadi penuh syukur.

 

Aksi tanggap cepat yang dilakukan jajaran Kodim 0802/Ponorogo ini pun mendapat apresiasi tinggi dari Komandan Resor Militer 081/DSJ, Kolonel Arm Untoro Hariyanto. Menurutnya, kehadiran TNI di tengah masyarakat harus selalu memberikan solusi nyata, terutama saat rakyat sedang kesusahan.

 

"Prajurit TNI harus selalu hadir di tengah kesulitan rakyat dan menjadi bagian dari solusi. Apa yang dilakukan anggota di lapangan merupakan bentuk nyata kepedulian serta pengabdian kepada masyarakat. Tak hanya berdampak, tetapi juga harus cepat dan tepat sasaran seperti dalam penanganan bencana alam yang terjadi di Balong ini," tegas Kolonel Untoro.

 

Ia pun berharap, sinergi yang terjalin erat antara TNI, Polri, pemerintah daerah, dan masyarakat dapat terus dijaga, sehingga proses pemulihan pascabencana berjalan lebih cepat dan kondisi warga segera kembali seperti sedia kala. (SN)