,

Translate

Penanganan Stunting Hingga Kebun Binatang, Rico Waas Buka Peluang CSR Luas

Rubrikrakyat.co.id
21/08/2026, 19.43 WIB Last Updated 2026-08-24T13:33:24Z
Foto : Wali Kota Medan, Rico Waas saat menerima audiensi pihak BSI di Rumah Dinas Wali Kota Medan, Jum'at (21/8/2026).


Rubrikrakyat.co.id, Medan – Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas mendorong perbankan, termasuk Bank Syariah Indonesia (BSI), mengarahkan program Tanggung Jawab Sosial Perusahaan (CSR) pada kebutuhan nyata masyarakat. "CSR tidak cukup sekadar bantuan sesaat, tetapi harus melahirkan program berkelanjutan dan meninggalkan legacy bagi Kota Medan," ujar Rico Waas saat menerima audiensi pihak BSI di Rumah Dinas Wali Kota Medan, Jum'at (21/8/2026).

 

Pertemuan dihadiri Area Manager Area Medan Raya Jefri Sofyan, Plt. Kepala Badan Keuangan dan Aset Daerah Suluh Aulia Harahap, Plt. Kepala Dinas Kesehatan Surya Syahputra Pulungan, serta Plt. Direktur Utama RSUD Dr. Pirngadi Mardohar Tambunan.

 

Rico Waas menegaskan Pemko Medan terbuka menjalin kerja sama, namun program harus konkret dan tepat sasaran. Bidang kesehatan menjadi salah satu fokus, termasuk penanganan stunting. Selain itu, terbuka pula peluang di bidang UMKM, penanganan kemiskinan, literasi, hingga pencegahan narkoba.

 

"Kenapa enggak CSR-nya yang lain? Kebun Binatang Medan saja kasih makan, itu CSR. Kalau perlu, salah satu binatang di situ menjadi anak angkat satu perusahaan," ujarnya. Ia juga mendorong partisipasi dalam penghijauan kota, penanaman pohon, dan pembangunan taman kota.

 

Pengembangan UMKM pun disoroti. Rico Waas berharap BSI dapat membantu peralatan usaha dan pendampingan, bahkan membuka kemungkinan pola berbagi modal yang sesuai aturan. "Kalau mau sustain, ya mungkin bisa menjadi pendampingan," katanya.

 

Namun, Pemko Medan tidak ingin sekadar meminta. "Kami tidak ingin terkesan 'mana nih CSR kalian?' Saya enggak seperti itu. Kalau kita bicara responsibility, itu adalah panggilan," tegasnya. Ia mengimbau perbankan berlomba menciptakan program kreatif yang benar-benar menyentuh masyarakat dan bertahan jangka panjang.

 

BSI sendiri menyampaikan rencana kolaborasi di bidang kesehatan, pemanfaatan sistem layanan perbankan untuk Dinas Kesehatan, RSUD dan puskesmas, serta dukungan pelaksanaan program Pemko Medan Berhaji. Kedua pihak sepakat melibatkan perangkat daerah terkait untuk menyusun rencana kerja sama yang konkret dan sesuai kebutuhan. (SN)