![]() |
| Foto: Pj Sekda Provsu Sulaiman Harahap menerima naskah ringkasan eksekutif KKDN Sesko TNI di Aula Raja Inal Siregar, Kantor Gubernur Sumut, Kamis (11/6/2026). |
Rubrikrakyat.co.id, Medan – Pemerintah Provinsi Sumatera Utara menerima naskah ringkasan eksekutif hasil Kuliah Kerja Dalam Negeri dari Perwira Siswa Pendidikan Reguler ke-55 Sekolah Staf dan Komando TNI Tahun Anggaran 2026. Dokumen ini diharapkan menjadi bahan penting untuk menyusun kebijakan, terutama dalam memperkuat kesiapsiagaan menghadapi bencana alam, termasuk potensi gempa besar Megathrust.
Penyerahan dilakukan kepada Penjabat Sekretaris Daerah Provinsi Sumut Sulaiman Harahap di Aula Raja Inal Siregar, Kantor Gubernur Sumut, Kamis (11/6/2026).
Sulaiman menyatakan pihaknya akan mempelajari seluruh rekomendasi yang disampaikan. Hal ini meliputi peningkatan efektivitas kebijakan kebencanaan, penguatan kerja sama antarlembaga, pengembangan sistem peringatan dini, peningkatan kapasitas lembaga, serta perencanaan pembangunan yang mempertimbangkan risiko bencana.
“Semua ini penting untuk membangun daerah yang tangguh dan siap menghadapi berbagai kemungkinan di masa depan,” ujarnya.
Ia menilai dokumen tersebut bukan sekadar laporan akademis, melainkan hasil pengamatan, analisis, dan kajian langsung di lapangan sehingga dapat dijadikan acuan nyata. Sebagai daerah dengan garis pantai panjang meliputi Nias, Tapanuli Tengah, Tapanuli Selatan, dan Mandailing Natal, Sumut memiliki tanggung jawab besar untuk terus meningkatkan kesiapan menghadapi gempa dan tsunami.
Sulaiman juga menyampaikan apresiasi kepada Sesko TNI. Kegiatan ini dinilai menjadi wadah dialog yang bermanfaat antara dunia pertahanan, akademik, dan pemerintahan daerah. Ia menegaskan penanggulangan bencana membutuhkan kerja sama semua pihak, tidak bisa dilakukan secara sendiri-sendiri.
Sementara itu, Wakil Komandan Sesko TNI Teguh Puji Raharjo menjelaskan kegiatan ini bertujuan melatih kemampuan berpikir strategis dan mempererat hubungan antarinstansi. Hasil kajian ini diharapkan memberikan pemikiran yang bermanfaat bagi kepentingan daerah dan negara.
Ia juga menekankan pentingnya mengantisipasi ancaman Megathrust. “Ini menjadi salah satu potensi yang menjadi perhatian, di mana TNI siap berperan dalam operasi kemanusiaan selain tugas pertahanan,” katanya.
Selama tiga hari pelaksanaan, para peserta juga merumuskan rekomendasi yang menekankan pentingnya kerja sama lintas sektor. Menurutnya, kolaborasi harus diwujudkan dalam tindakan nyata, mulai dari upaya pencegahan, penyelamatan, hingga pemulihan pasca bencana agar dampak yang ditimbulkan dapat ditekan seminimal mungkin. (SN)
.jpeg)
